Rabu, 26 Desember 2018

Hello! :)

Diposting oleh Unknown di 20.58 0 komentar
Welcome to my blog (again).

Mau kenalan dulu deh yaa, dah lama ga buka blog.

Namaku Anggita Ayu Rahmawati. Keluarga, tetangga, dan temen-temen SD mangilnya "Anggit". Soalnya ya emang itu nama yang dikasih orangtua. Nah, setelah SMP ternyata banyak banget nama "Anggita", dan banyak juga yang panggilannya "Anggit". Akhirnya kakak kelas yang waktu itu ngurusin MOS, menyarankan nama panggilanku jadi "Gita". Yaudah deh sekarang dipanggilnya Gita sama temen-temen SMP, SMA, sampe kuliah. Jadi, kalian bisa manggil aku apa aja sesuka kalian (manggil sayang juga boleh :p ehehe).

Aku dari Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Daerah yang identik dengan kekeringan tapi banyak pantai yang indah dan menakjubkan.

Aku kuliah di Universitas Negeri Yogyakarta, jurusan Ilmu Administrasi Negara. Saat nulis ini, aku sedang berada dipenghujung perjalananku di semester 3. Banyak orang yang bilang "semakin lama kamu menjalani kuliah, maka lama-lama kamu akan merasa salah jurusan." Tapi tidak berlaku buat aku. Malahan diawal semester aku ngerasa salah jurusan. Tapi lama-lama enjoy juga. Kalo kata Ibu sih, "Semua akan indah dan nikmat pada waktunya. Nikmati prosesnya, bersyukur sama Allah." So with this, I'm here!!!

Kalo ngomongin soal hobi, aku gaada hobi nulis sama sekali. Semua cerita dan puisi ku tulis saat aku lagi ada masalah atau lagi mood aja. Tapi ya emang dari SD sampe SMA bergelut di dunia per-puisi-an dan per-ccerpen-an, walaupun karena paksaan.

Kalo waktu SMP aku share tentang kegiatan sekolah, puisi, dan cerpen. Untuk saat ini mungkin yang aku tulis adalah, kegiatanku saat kuliah, puisi, cerita, atau apalah wkwk

Oh, iya. Aku punya instagram ni, namanya @gitaar__ (bisa klik ini https://www.instagram.com/gitaar__/ ). Di follow yaawww ehehehe

Sekian sesi perkenalan ini, sampai jumpa di karyaku selanjutnya.

Luv,
Anggita

Minggu, 12 Mei 2013

Kasih Sayang

Diposting oleh Unknown di 19.12 0 komentar

Matahari menyinari kamar ini
Kudengar kokok ayam menyambut pagi
Pernah kumemetik bunga bersamamu
Pada setangkai mawar itu kuabadikan wangimu
            Bila tak kunyatakan keindahanmu dalam kata
            Kusimpan kasihmu dalam dada
            Bila kucium harum mawar tanpa cintamu
            Segera saja bagai duri, BAKARLAH AKU
Terdengar alunan nan merdu
Itu alunan nada di hatiku
Mengingatkanku akan perjuangan cinta kita
MELO saat kau buat galau
Dan kukatakan HELLO saat kau tabur bunga
Cahaya keemasan matahari,
 Hembusan angin sore,
membuat daun-daun kecil berguguran di pinggir danau
menyilaukan pandanganku pada secarik kertas di depanku
Pernah kumenderita
Selalu dilamun duka
Karena hati tergoda, oleh panah asmara
Hati menjadi gelisah, karena pikiran tak bisa tercurah
            Bukan hal yang salah memiliki mimpi
Bukan hal yang salah mempunyai tujuan
Tujuan seperti sinar
Kesana lah kita berlari
Dan untuk itulah kita hidup
Tapi, terkadang sinarnya terlalu menyilaukan
Membuat kita sulit melihat
Sehingga tiba suatu saat kita harus sejenak berhenti
Untuk menghindari sinar yang ada pada kita sendiri
Dikala jatuh dia akan datang untuk mengangkatku dengan kedua tangannya.
Selalu mengharapkan kebahagiaan yang terurai
Disaat itu pula aku tersadar
Hari kasih sayang itu abadi, dan setiap hari
Tak hanya pada 14 FEBRUARI

Perih

Diposting oleh Unknown di 19.07 0 komentar

Mungkin aku memang lemah
Mungkin aku memang tak punya lelah
Saat ku terdiam menangisimu
Terus ku terpakau oleh harapan semu
                Sepertinya
                Telah cukup banyak kutulis
                Telah cukup dalam hati ini kuiris
                Agar bisa kucoba lagi cinta dari mula
                Dengan ia yang mampu merasakannya
Namun, cinta untukmu terus bertahan
Di sekeping sisa hati ini pun cinta untukmu kurasakan
Kerinduan hadirmu tak pernah bisa hilang
Oh tuhan... bagaimana semua ini harus kuartikan?
                Ditengah malam syahdu nan pekat
                Kuteringat akan dirimu
                Selalu melintas di kelopak mataku
                Namun, kucoba tuk melupakanmu
 Namun bayangmu, terus menghampiriku
Sunyiku kau tabur bunga rindu
Kau bagai angin, sejukkan jiwaku
                Namun kini, sia-sia sudah mahligai cintaku
                Mimpi indah tiada lagi
                Sirna terbakar, seperti kayu menjadi arang, dan abu
                Ku coba bertanya pada malam
                Namun, dia membisu
Angin berlalupun, tak memberikan jawabannya
Hanya satu yang kutanya
Mengapa aku mencintaimu?
                Dan mengapa aku terlahir untuk terluka?
                Ku sadar, cinta tak harus memiliki
                Tapi ku tak bisa, ku tak rela
                Akan tetapi, mungkin ada yang lebih dariku
Sampai datang masa pertemukan kita
Untuk kembali, atau terpisah selamanya
Sungguh hina diriku!
Mencitai orang yang tak mencintaiku
Dan tak menyayangiku

MATAHARIKU

Diposting oleh Unknown di 19.05 0 komentar

Matahariku  
Engkau mengajariku untuk menahan
Derasnya tangisan hujan
Agar selalu bersabar dalam cobaan
Dan bersimpuh sujud pada Tuhan…

Engkau sebait doa yang terbentuk
Menjagaku dari kejahatan waktu
Menjauhkanku oleh sapuan debu
Yang akan membuatku terjatuh…

Engkau inspirasi dalam kehidupan
Menuntun untuk menyapu rintangan
Dengan selalu membangun keyakinan
Dan hati tercipta kesabaran…

Engkau pahlawan sepanjang umur
Keringat menjadikannya ilmu
Tangis menjadikannya cahaya petunjuk
Senja menjadikannya semangat baru…

Engkau sekumpulan awan
Tak akan menghilang oleh rembulan
Kasih sayangmu adalah keabadian
Sampai nanti aku bermimpi dalam nisan…

Engkau tempat berpangku
Tempat bertahan langkahku
Tempat berbaginya segala rindu
Dan tempat untuk mengadu…

Engkau tiada terhapuskan
Oleh derasnya terpaan lautan
Oleh amarah bumi pijakan
Selalu dihatiku dan takkan terpisahkan…

KETIKA SAHABAT MENJADI CINTA

Diposting oleh Unknown di 19.03 0 komentar

Tinggal dalam bingkai hatiku
Sebagai teman seperjalanan
Aku tertawa kau bahagia,
Kau menangis aku terluka
Kita mungkin tak menyadari
Aku bahkan kian tak mengerti
Perlahan ketulusanmu menyamarkan
Kisah pertemanan kita
            Tidak ku sesali sekian cerita
            Yang mendekatkan kau dan aku
            Luka menjadi jembatan kian dekat
            Hatimu dan hatiku
            Barangkali suatu saat
            Kau akan memperoleh sebuah kisah indah yang lain
            Meski tak mampu kubayangkan
            Kau dengan yang lain
            Kubiarkan mulutku berkata tidak
            Meski hatiku kian tersiksa
Dengan sia-sia aku mencarinya
Kesetiap alasan, kesetiap pertemuan dan ikatan
Kucoba yakini tak ada apapun disini
Dengarlah rekan seperjalananku
Jika saja angin mampu berbicara jujur
Dia akan berbisik sejuta rindu
Yang terpantul dalam bilik hatiku
            Menembus mega-mega
            Menggantung di angkasa
            Menghuni kedalaman jiwaku
            Terkunci dalam bibirku
            Meski tersirat dari tatapanku
Tautkan saja....!!!
Lepaskan kabel persahabatan kita
            Jika saja
            Ku mampu menanggalkan segala segan
Kuhadiri bingkai jiwaku,
Kubiarkan nama kita
Tertulis disana
            Menghapus jarak,
            Dan kesakitan dimasa lalu

MUNGKIN SAJA

            Kutemukan damai disisimu
            Dan kau temukan
            Kesejatian cinta bersamaku

Taman Safari Prigen

Diposting oleh Unknown di 18.58 0 komentar


Taman Safari Prigen Pasuruan juga dikenal sebagai salah satu Safari Park terbesar di Asia. Bertempat  di Taman Nasional Gunung Arjuna, Prigen Pasuruan Jawa Timur. Taman Safari Prigen ini, memiliki luas area sebesar 350 hektar saja dan merupakan Taman Safari terluas di Asia Tenggara. Taman Safari populer  dengan paket wisata Safari fauna lokal dan internasional yang sangat luar biasa, menembus lebatnya belantara Taman Nasional Gunung Arjuna yang penuh dengan harimau benggala, singa africa, beruang coklat raksasa dan aneka macam  satwa langka lainnya.



Taman Safari Prigen Pasuruan merupakan pusat suaka yang berperan aktif penyelamatan Banteng Jawa dan Gajah Sumatera di dunia. Taman Safari Prigen Pasuruan berlokasi di kawasan dengan pemandangan paling indah di salah satu sudut Taman Nasional Gunung Arjuna, Prigen Jawa Timur. 




Taman Safari Pandaan dipercaya oleh pemerintah sebagai Stud Book Keeper (penjaga silsilah) bagi Gajah-gajah Sumatera dan Banteng Jawa yang sangat di lindungi diluar habitatnya.

Taman Safari Prigen Pasuruan,  terus memperluas produk layanannya tidak hanya paket wisata safari, namun juga merambah kepada paket wisata lainnya, seperti paket wisata outbound, paket wisata keluarga, permainan wahana (theme park).

FIRASAT CINTA

Diposting oleh Unknown di 18.58 1 komentar

Panasnya terik matahari tak menyurutkan semangat cewek itu memandangi laki-laki yang sedang bermain basket di halaman sekolahnya. Laki-laki yang selalu dia pandangi saat jam istirahat tiba. Laki-laki yang tinggi, cool, pintar bermain basket dan gitar ini adalah kakak kelasnya. Dia bernama Bagas Rahman Dwi Saputra. Ya, cewek itu suka dengannya sejak pandangan pertama.

 Dia ingin sekali mengenalnya lebih dekat. Namun, itu semua mungkin hanya mimpi. Bagas menyapa cewek itu saja tak pernah. Dia juga tak tau tentang perasaan cewek itu padanya. Bagas megenalnya saat MOS. Tak tau dia masih mengingat cewek itu atau tidak.

>>skiiip<<

                Jam pulang pun tiba. Chelsea melangkahkan kakinya menuju ke pariran untuk mengambil mobilnya dan menjemput adiknya Marsha. Namun saat Chelsea sedang berjalan tiba-tiba, brakkkkk!
            
    “auwhhh... Brakkk,” triak chelsea.
               “Chelsea!! Maaf” kata cowok itu. “maaf aku nggak sengaja melempar bola basket ini, dan kena kamu. Maaf Chelsea, ayo bangun” lanjut cowok itu, yang ternyata Bagas.
                Saat bermain basket Bagas tak sengaja melempar bola dan mengenai kepala Chelsea. Sehingga membuat Chelsea pingsan dan dibawa Bagas ke Ruang UKS. Beberapa menit kemudian, Chelsea sadar dan dia sangat kaget. Cowok yang dia kagumi selama ini ada di depan matanya.
                “eh, Kak Bagas. Aku ada di mana Kak? apa yang udah terjadi sama Aku? Aku sekarang harus menjemput Marsha ke sekolahnya” kata Chelsea tak henti-hentiya. Dan berusaha bangun.
                “bentar Chelsea. Kamu baru bangun, jangan banyak gerak dulu. Mendingan sekarang kamu telpon Adik kamu dan bilang keadaan kamu. Biar dia pulangnya aku jemput. Dia suruh nunggu aku aja,” kata Bagas.
                “enggak Kak Bagas. Nggak usah. Itu ngrepotin Kakak. Aku udah enakkan kok Kak. Aku bisa jemput Marsha sendiri,” jawab Chelsea dengan perasaan campur aduk. Antara panik karena dia terburu-buru harus menjemput Marsha. Senang dan deg-degan karena dia sekarang sedang bersama orang yang ia kagumi.
                “maaf ya Chelsea, gara-gara aku kamu jadi panik kayak gini. Ya udah aku anterin kamu ke parkiran ya?” tawar Bagas.
                Chelsea tidak mungkin menolak tawaran Bagas itu. Lalu Chelsea pun dengan cepat mengiyakan tawaran Bagas.
                “iya Kak. Aku mau,” kata Chelsea dengan cepat.
               
>>skiiiipp<<

                Sesampainya di parkiran. Chelsea pun dengan cepat memasuk mobilnya. Karena dia tak mau Adiknya Marsha menunggu terlalu lama.
                “ya udah Kak. Aku mau jemput Marsha dulu. Takut dia nunggunya lama. Makasih udah nganterin aku ke parkiran,” kata chelsea.
                “waduh. Kamu bawel juga ya? Haha. Iya deh hati-hati ya,” sahut Bagas. “maaf tadi aku gak sengaja nglempar bola ke kamu” lanjut Bagas.
                “haha, iya deh Kak. Besuk lagi hati-hati ya? Haha. Daa Kak,” jawab Chelsea.
                “daa,” sahut Bagas sambil melambaikan tangannya.

>>skiiiipp<<

                “Marsha, maafin aku ya. Kamu jadi nunggu lama, ada kejadian yang waw banget tadi di sekolah. Udah cepetan masuk. Ntar aku ceritain di jalan,” kata Chelsea ke Marsha.
                “iya Kak, gakpapa,” sahut Marsha.
                Di mobil, Chelsea pun menyeritakan semua yang telah terjadi pada Marsha.
                “wahahah... ternyata Kak Bagas perhatian juga ya Kak? Oh ya Kak, tadi waktu pulang sekolah aku jalan ke halte, aku hampir ke tabrak motornya si Rafli. Nyebelin banget deh Kak,” kata Marsha.
                “trus kamu gimana? Kamu gakpapa kan? Ada yang luka?” jawab Chelsea panik.
                “lah, kakak lola ya? Aku kan bilangnya hampir kak. H.A.M.P.I.R, hampir,” kata Marsha sambil mengeja. “aku gakpapa kok Kak, kakak kagak usah khawatir,” lanjut Marsha.
                “oh iya ya,” jawab Chelsea singkat.
                Sesampainya di rumah mereka pun beristiahat. Saat Chelsea sedang berbaring di tempat tidurnya tiba-tiba –kriiiiing- handphone Chelsea berbunyi. Dan ternyata itu adalah telpon dari sahabatnya Cindai.
                “Chel, gua mau curhat sama lo. Lo mau dengerin guekan?” kata Cindai.
                “iya Dai. Ada apa? Kamu mau curhat apa?” jawab Chelsea.
                “Chel, gue putus sama Gilang. Katanya dia mau konsentrasi belajar. Apa mungkin selama ini gua ganggu dia?” kata Cindai, sambil menangis.
                “Cindai, kamu gak boleh ngomong kayak gitu. Mungkin Gilang emang mau lebih konsentrasi belajar. Maklum sebentar lagikan, dia ada Olimpiade IPA. Dia harus konsentrasi dulu. Baru nantinya balikkan sama kamu. kamu juga harus ngertiin dia Dai,” kata Chelsea, menenangkan sahabatnya itu.
                “Chelsea, tapi gue sayang banget sama dia. Gua gak mau putus sama dia,” kata Cindai.
                “aduh Cindai, udah dong. Kamu jangan nangis lagi. Aku tau itu memang berat, tapi kalo kamu emang bener-bener sayang sama Gilang, kamu harus bisa setia. Kamu dukung, apa yang dilakuin Gilang. Kamu harus bisa tunjukin ke Gilang, kalo kamu itu emang bisa ngertiin dia. Kamu selalu ada buat dukung dia. Sabar ya Cindai. Aku gak mau kamu sedih terus,” lanjut Chelsea.
                “ya udah, makasih ya Chel, lo emang sahabat terbaik gua. Lo kapan jadian sama Kak Bagsa?” sahut Cindai.
                “eh, apaan sih Cindai. Jangan kayak gitu dong. Hehe.... do’ain aja ya? Biar cepet, haha,” jawab Chelsea, dengan malu-malu.
                “hahaha, yaudah gua do’ain lo kok. Ya udah gitu aja ya Chel, makasih sarannya,” kata Cindai menutup telponnya.
                “iya Cindai, jangan nangis lagi ya? Daaa,” kata Chelsea.
                “daaa,” sahut Cindai.
               
>>skiiiiipp<<

                Pagi-pagi sekali Chelsea sudah berjalan di koridor sekolah. Sekolah masih terlihat sepi. Pantas saja, karena ini masih 30 menit sebelum bel masuk berbunyi. Saat dia berjalan di depan halaman sekolah. Dia melihat Bagas sedang bermain basket. Dia pun duduk, dn melihat pangerannya itu bermain basket. Tiba-tiba Bagas menghampiri Chelsea, dan duduk di sampingnya.
                “hai,” sapa Bagas.
                “eh, Kak Bagas. Hai juga Kak,” sahut Chelsea.
                “chelsea, aku boleh tanya sesuatu gak?” kata Bagas.
                “iya, Kak. Ada apa? Bilang aja,” jawab Chelsea.
                “kenapa sih kamu selalu ngliatin aku main basket?” tanya Bagas.
                “emm... ee. Gini Kak, aa.ku. aku suka permainan Basket kakak,” jawab Chelsea.
                “emm... Cuma sekedar suka permainan aku ya? Gak lebih?” tanya Bagas.
                “emm... iya Kak,” jawab Chelsea.
                “yah, sebenernya aku suka sama kamu Chel. Sejak aku jadi pembimbing MOS kamu waktu itu. Kamu baik banget sama temen. Aku suka sama kamu Chel. Maaf, kalo ini terkesan mendadak. Aku udah memendam perasaan ini lama Chel. Tapi, maaf aku terlalu pengecut untuk ngungkapin perasaan aku. Dan aku baru berani sekarang,” kata Bagas panjang lebar.
                “haaa? Kakak suka sama aku? Gak salah kak? Tapikan aku gak sempurna dan secantik mantan kakak. Kak Misel itukan cantik, pinter lagi. Dan sedangkan aku, gak ada apa-apanya kan kak?” jawab Chelsea.
                “trus kenapa Chel? Aku gak mentingin itu. Aku sekarang bicara tentang perasaan, bukan tampang. Kamu itu juga cantik, pinter, dan kamu juga baik,” kata Bagas.
                “iya kak. Sebenernya aku juga suka sama kakak, sejak MOS. Jadi aku mau nerima kakak, dan kita jadian,” jawab Chelsea membalas perasaan Bagas.
                “kamu beneran kan Chel? Gak bohong?” kata Bagas.
                “yah, kakak. Baru jadian aja, udah gak percaya gitu, sama Chelsea. emm,” kata Chelsea.
                “yah, Chelsea ngambekan ya? Maaf... aku gak bermaksud kayak gitu. Aku seneng banget kamu nrima aku Chel. Makasih ya?” jawab Bagas.
                “hehe, iya Kak,” kata Chelsea.
                “ya udah, aku anterin kamu ke kelas ya?” ajak Bagas.
                “iya Kak,” jawab Chelsea, menerima ajakan Bagas.
                Di sekolahnya, diam-diam Marsha juga menyukai Rafli yang kemarin hampir menabraknya. Tidak ada yang tau tentang perasaan Marsha kecuali dirinya sendiri.

>>skiiipp<<

                Saat pulang sekolah, Marsha ingin menyebrang jalan menuju halte. Karena Chelsea tidak bisa menjemputnya, akhirnya dia pun pulang dengan menggunakan angkutan umum. Tapi, lagi-lagi Marsha hampir tertabrak Rafli. Sebenernya Marsha merasa senang, dan juga merasa sebel dengan Rafli.
                “ihh, Rafli kamu kenapa mau nabrak aku terus sih?” kata Marsha.
                “maaf Marsha, aku gak bermaksud kayak gitu. Ya udah sebagai permintaan maaf aku, aku anterin kamu pulang ya? Tapi kita ke taman dulu?” ajak Rafli.
               “ha? Rafli ngajakin aku? Gak salah? Tapi, gak usah deh Raf. Marsha pulang naik angkutan umum aja,” jawab Marsha.
                “enggak Sha. Udah deh naik aja. Gak papa kok. Nanti kita ke taman dulu,” bujuk Rafli.
                “iya deh Raf,” jawab Marsaha menerima ajakan Rafli.
                Sesampainya di taman, Rafli pun menyuruh Marsha duduk di kursi. Dan membeli dua buah es krim coklat. Setelah Rafli memberikan es krim untuk Marsha, Rafli ikut duduk di sebelah Marsha. Dan Rafli pun memulai pembicaraan.
                “Sha, lihat deh awan di atas. Mirip kayak kelinci yah?” kata Rafli.
                “eh, iya... hehe. Lucu ya Raf,” sahut Marsha.
                “iya Marsha, lucu kayak kamu,” jawab Rafli. Dan sentak jawaban itu mengangetkan Marsha.
                “apaan sih Raf, gombal,” jawab Marsha.
                “Sha, maaf ya. Waktu itu aku gak sengaja nemuin buku diary kamu di bawah meja. Trus sebelum aku taruh di tas kamu, gak sengaja aku baca tulisan =aku sayang Rafli= trus, aku mau tanya. Apa itu bener?” tanya Rafli.
                “emm... iya. Aku suka sayang sama Rafli. Marsha gak tau sayangnya sebatas temen apa lebih,” jawab Marsha.
               “marsha kenapa jadi keliatan sedih? Gakpapa Marsha, jujur itu baik. Aku juga sayang kok sama Marsha,” jawab Rafli.
                “emm...,” jawab Marsha singkat.
                “Marsha, kamu jangan sedih ya? Kamu mau kan jadi pacar aku?” tanya Rafli.
                “emm... iya Raf, aku mau,” jawab Marsha.
                “makasih Marsha. Aku akan jagain kamu,” kata Rafli.
                “iya, Raf. Yaudah kita pulang yuk,” ajak Marsha.
                “iya, ayo,” jawab Rafli.

>>skiiipp<<

                Setahun kemudian, sehari sebelum Anniversarry Bagas-Chelsea, dan Rafli-Marsha. Saat itu, Bagas telah menginjak kelas 9 SMP. Chelsea kelas 8 SMP, dan Rafli dan Marsha kelas 7 SMP.
                “Chelsea?” sapa Bagas.
                “eh, Kak Bagas. Iya Kak? Kakak mau makan juga? Kakak duduk aja, aku pesenin,” kata Chelsea.
                “hehe, iya Cantik makasih...,” jawab Bagas.
                “ini kak pesenannya,” kata Chelsea, sambil menyodorkan makanan ke Bagas.
                “makasih Chel. Oh iya, besuk kan Anniversarry kita. Kita jalan yuk,” ajak Bagas.
                “emm... kakak inget ya? Kirain gak inget. Kan biasanya cowok gak inget Anniversarrynya,” jawab Chelsea.
                “ya inget dong Chel. Itukan hari bahagia kita,” kata Bagas.
                “hehe, iya kak. Aku mau, tapi aku gak janji ya Kak?” jawab Chelsea
                “loh? Kenapa gitu Chel?” tanya Bagas.
                “enggak kok. Tapi aku gak janji ya?” jawab Bagas.
                “hehe, iya Chel,” kata Bagas.

>>skiiippp<<

                Saat jam pulang sekolah tiba, Chelsea dan Marsha berencana untuk pergi ke mall. Mereka ingin membeli baju, untuk merayakan Anniversarry mereka berdua. Setelah tepat pukul empat sore, mereka berdua langsung pergi ke mall. Setelah sampai di mall, mereka berdua memilih bajunya masing-masing. Saat Chelsea membuka tasnya, ternyata dompetnya tertinggal di dalam mobil. Berhubung parkiran berada di sebrang jalan. Chelsea pun harus menyebrang jalan.
                Saat di tengah jalan, tiba-tiba sebuah mobil menabrak Chelsea. Chelsea pun terjatuh dan mengeluarkan banyak sekali darah. Beberapa saat kemudian Marsha keluar dari mall. Dia langsung berlari ke kerumunan orang di pinggir jalan. Setelah mengetahui bahwa Chelsea terkapar di jalan, dia langsung menangis. Kemudian Chelsea, berbicara pada Marsha.
                “Marsha, tolong sampaikan surat Kakak untuk Bagas di atas meja Kakak. Kakak sayang sama Kamu. Kakak harus pergi. Maafin Kakak,” kata Chelsea terbata-bata.
                ‘kakaaaaaaaakkkk,” triak Marsha sambil menangis.
                Di rumah Chelsea, Mama, Papa Chelsea, dan Marsha masih menangisi kepergian Chelsea. Disamping Marsha ada Rafli yang mendampinginya, dan berusaha menghibur. Sedangkan Bagas berada di Kamar Chelsea. Dia membaca surat dari Chelsea untuknya.
                Dear, Bagas.
                Kak, aku tau kamu sekarang pasti lagi sedih. Hehe, jangan sedih Kak. Aku gak mau kamu sedih. Kak, aku minta maaf ya kalau selama ini, aku banyak salah sama kakak. Aku sering cuek, cemburu, dan marah tiba-tiba ke Kakak.
                “iya Mbem, aku maafin kamu,” kata Bagas. kemudian Bagas melanjutkan membaca surat dari Chelsea.
                Sekarang aku harus pergi Kak. Maaf aku gak bisa ngerayain hari jadi kita. Karena aku udah mempunyai firasat, kalau hidup aku gak lama lagi kak. Kakak, harus bisa MOVE ON dari aku. Masih banyak cewek lain yang lebih sempurna dari aku, hehe.
                Bagas pun menitikan air mata. “gimana aku bisa move on dari kamu Mbem?” kata Bagas.
Kak, aku titip Mama, Papa aku ya? Aku juga titip Marsha, jagain dia. Marahin dia kalau dia nakal. Jewer Gilang kalo, dia nyakitin Marsha, hehe. Aku juga titip Cindai ya kak. Aku tau sekarang dia lagi di Singapura, aku titip salam buat dia. Kalo dia udah pulang nanti.
Kakak, aku sayang sama kamu. Yang memisahkan kita hanya ajal Kak. Walaupun aku yang harus pergi duluan. HAPPY ANNIVERSARRY Kak, buat besuk. LOVE YOU :*
Your girlfriend,
Chelsea.
“aku akan nyusuk kamu Chel, aku akan nemenin kamu,” kata Bagas, sambil mengambil sebua cutter yang ada di meja Chelsea.
Tiba-tiba Marsha dan Rafli datang ke kamar Chelsea. Melihat apa yang akan dilakukan Bagas Marsha langsung memeluk Bagas.
“kak, kakak ga boleh ngelakuin ini. Kakak disuruh kakak Chelsea ngejagain Mama, Papa, dan aku kan? Kakak mau ngecewain Kak Chelsea?” kata Marsha sambil menangis.
Lalu Rafli menyambar cutter yang dipegang Bagas, sehingga terlempar jauh. Keesokan harinya, saat pemakaman Chelsea, semua sudah meninggalkan pemakaman, kecuali Bagas. Bagas meletakkan bunga di atas kuburan Chelsea yang masih basah.
“happy anniversarry Sayang. Semoga kamu tenang disana. Aku sayang kamu Mbem,” kata Bagas, lalu meninggalkan pemakaman.
 

Say(A)nggita Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei