Welcome to my blog (again).
Mau kenalan dulu deh yaa, dah lama ga buka blog.
Namaku Anggita Ayu Rahmawati. Keluarga, tetangga, dan temen-temen SD mangilnya "Anggit". Soalnya ya emang itu nama yang dikasih orangtua. Nah, setelah SMP ternyata banyak banget nama "Anggita", dan banyak juga yang panggilannya "Anggit". Akhirnya kakak kelas yang waktu itu ngurusin MOS, menyarankan nama panggilanku jadi "Gita". Yaudah deh sekarang dipanggilnya Gita sama temen-temen SMP, SMA, sampe kuliah. Jadi, kalian bisa manggil aku apa aja sesuka kalian (manggil sayang juga boleh :p ehehe).
Aku dari Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Daerah yang identik dengan kekeringan tapi banyak pantai yang indah dan menakjubkan.
Aku kuliah di Universitas Negeri Yogyakarta, jurusan Ilmu Administrasi Negara. Saat nulis ini, aku sedang berada dipenghujung perjalananku di semester 3. Banyak orang yang bilang "semakin lama kamu menjalani kuliah, maka lama-lama kamu akan merasa salah jurusan." Tapi tidak berlaku buat aku. Malahan diawal semester aku ngerasa salah jurusan. Tapi lama-lama enjoy juga. Kalo kata Ibu sih, "Semua akan indah dan nikmat pada waktunya. Nikmati prosesnya, bersyukur sama Allah." So with this, I'm here!!!
Kalo ngomongin soal hobi, aku gaada hobi nulis sama sekali. Semua cerita dan puisi ku tulis saat aku lagi ada masalah atau lagi mood aja. Tapi ya emang dari SD sampe SMA bergelut di dunia per-puisi-an dan per-ccerpen-an, walaupun karena paksaan.
Kalo waktu SMP aku share tentang kegiatan sekolah, puisi, dan cerpen. Untuk saat ini mungkin yang aku tulis adalah, kegiatanku saat kuliah, puisi, cerita, atau apalah wkwk
Oh, iya. Aku punya instagram ni, namanya @gitaar__ (bisa klik ini https://www.instagram.com/gitaar__/ ). Di follow yaawww ehehehe
Sekian sesi perkenalan ini, sampai jumpa di karyaku selanjutnya.
Luv,
Anggita
Rabu, 26 Desember 2018
Minggu, 12 Mei 2013
Kasih Sayang
Matahari
menyinari kamar ini
Kudengar
kokok ayam menyambut pagi
Pernah
kumemetik bunga bersamamu
Pada
setangkai mawar itu kuabadikan wangimu
Bila tak kunyatakan keindahanmu
dalam kata
Kusimpan kasihmu dalam dada
Bila kucium harum mawar tanpa
cintamu
Segera saja bagai duri, BAKARLAH AKU
Terdengar
alunan nan merdu
Itu
alunan nada di hatiku
Mengingatkanku
akan perjuangan cinta kita
MELO
saat kau buat galau
Dan
kukatakan HELLO saat kau tabur bunga
Cahaya keemasan matahari,
Hembusan angin sore,
membuat daun-daun kecil berguguran di pinggir danau
menyilaukan pandanganku pada secarik kertas di depanku
Pernah kumenderita
Selalu dilamun duka
Karena hati tergoda, oleh
panah asmara
Hati menjadi gelisah, karena
pikiran tak bisa tercurah
Bukan hal yang salah memiliki mimpi
Bukan
hal yang salah mempunyai tujuan
Tujuan
seperti sinar
Kesana
lah kita berlari
Dan untuk itulah
kita hidup
Tapi, terkadang sinarnya
terlalu menyilaukan
Membuat kita sulit melihat
Sehingga tiba suatu saat kita
harus sejenak berhenti
Untuk menghindari sinar yang
ada pada kita sendiri
Dikala jatuh dia akan datang untuk mengangkatku dengan kedua tangannya.
Selalu mengharapkan kebahagiaan yang terurai
Selalu mengharapkan kebahagiaan yang terurai
Disaat itu pula aku tersadar
Hari kasih sayang itu abadi, dan setiap hari
Hari kasih sayang itu abadi, dan setiap hari
Tak hanya pada 14 FEBRUARI
Categories
Puisi
Perih
Mungkin aku memang lemah
Mungkin aku memang tak punya lelah
Saat ku terdiam menangisimu
Terus ku terpakau oleh harapan semu
Sepertinya
Telah
cukup banyak kutulis
Telah
cukup dalam hati ini kuiris
Agar
bisa kucoba lagi cinta dari mula
Dengan
ia yang mampu merasakannya
Namun, cinta untukmu terus bertahan
Di sekeping sisa hati ini pun cinta
untukmu kurasakan
Kerinduan hadirmu tak pernah bisa hilang
Oh tuhan... bagaimana semua ini harus
kuartikan?
Ditengah
malam syahdu nan pekat
Kuteringat
akan dirimu
Selalu
melintas di kelopak mataku
Namun,
kucoba tuk melupakanmu
Namun bayangmu, terus menghampiriku
Sunyiku kau tabur bunga rindu
Kau bagai angin, sejukkan jiwaku
Namun
kini, sia-sia sudah mahligai cintaku
Mimpi
indah tiada lagi
Sirna
terbakar, seperti kayu menjadi arang, dan abu
Ku
coba bertanya pada malam
Namun,
dia membisu
Angin berlalupun, tak memberikan
jawabannya
Hanya satu yang kutanya
Mengapa aku mencintaimu?
Dan
mengapa aku terlahir untuk terluka?
Ku
sadar, cinta tak harus memiliki
Tapi
ku tak bisa, ku tak rela
Akan
tetapi, mungkin ada yang lebih dariku
Sampai datang masa pertemukan kita
Untuk kembali, atau terpisah selamanya
Sungguh hina diriku!
Mencitai orang yang tak mencintaiku
Dan tak menyayangiku
Categories
Puisi
MATAHARIKU
Matahariku
Engkau mengajariku untuk menahan
Derasnya tangisan hujan
Agar selalu bersabar dalam cobaan
Dan bersimpuh sujud pada Tuhan…
Engkau sebait doa yang terbentuk
Menjagaku dari kejahatan waktu
Menjauhkanku oleh sapuan debu
Yang akan membuatku terjatuh…
Engkau inspirasi dalam kehidupan
Menuntun untuk menyapu rintangan
Dengan selalu membangun keyakinan
Dan hati tercipta kesabaran…
Engkau pahlawan sepanjang umur
Keringat menjadikannya ilmu
Tangis menjadikannya cahaya petunjuk
Senja menjadikannya semangat baru…
Engkau sekumpulan awan
Tak akan menghilang oleh rembulan
Kasih sayangmu adalah keabadian
Sampai nanti aku bermimpi dalam nisan…
Engkau tempat berpangku
Tempat bertahan langkahku
Tempat berbaginya segala rindu
Dan tempat untuk mengadu…
Engkau tiada terhapuskan
Oleh derasnya terpaan lautan
Oleh amarah bumi pijakan
Selalu dihatiku dan takkan terpisahkan…
Engkau mengajariku untuk menahan
Derasnya tangisan hujan
Agar selalu bersabar dalam cobaan
Dan bersimpuh sujud pada Tuhan…
Engkau sebait doa yang terbentuk
Menjagaku dari kejahatan waktu
Menjauhkanku oleh sapuan debu
Yang akan membuatku terjatuh…
Engkau inspirasi dalam kehidupan
Menuntun untuk menyapu rintangan
Dengan selalu membangun keyakinan
Dan hati tercipta kesabaran…
Engkau pahlawan sepanjang umur
Keringat menjadikannya ilmu
Tangis menjadikannya cahaya petunjuk
Senja menjadikannya semangat baru…
Engkau sekumpulan awan
Tak akan menghilang oleh rembulan
Kasih sayangmu adalah keabadian
Sampai nanti aku bermimpi dalam nisan…
Engkau tempat berpangku
Tempat bertahan langkahku
Tempat berbaginya segala rindu
Dan tempat untuk mengadu…
Engkau tiada terhapuskan
Oleh derasnya terpaan lautan
Oleh amarah bumi pijakan
Selalu dihatiku dan takkan terpisahkan…
Categories
Puisi
KETIKA SAHABAT MENJADI CINTA
Tinggal
dalam bingkai hatiku
Sebagai
teman seperjalanan
Aku
tertawa kau bahagia,
Kau
menangis aku terluka
Kita
mungkin tak menyadari
Aku
bahkan kian tak mengerti
Perlahan
ketulusanmu menyamarkan
Kisah
pertemanan kita
Tidak ku sesali sekian cerita
Yang mendekatkan kau dan aku
Luka menjadi jembatan kian dekat
Hatimu dan hatiku
Barangkali suatu saat
Kau akan memperoleh sebuah kisah
indah yang lain
Meski tak mampu kubayangkan
Kau dengan yang lain
Kubiarkan mulutku berkata tidak
Meski hatiku kian tersiksa
Dengan
sia-sia aku mencarinya
Kesetiap
alasan, kesetiap pertemuan dan ikatan
Kucoba
yakini tak ada apapun disini
Dengarlah
rekan seperjalananku
Jika saja
angin mampu berbicara jujur
Dia akan
berbisik sejuta rindu
Yang terpantul
dalam bilik hatiku
Menembus mega-mega
Menggantung di angkasa
Menghuni kedalaman jiwaku
Terkunci dalam bibirku
Meski tersirat dari tatapanku
Tautkan
saja....!!!
Lepaskan
kabel persahabatan kita
Jika saja
Ku mampu menanggalkan segala segan
Kuhadiri
bingkai jiwaku,
Kubiarkan
nama kita
Tertulis
disana
Menghapus jarak,
Dan kesakitan dimasa lalu
MUNGKIN
SAJA
Kutemukan damai disisimu
Dan kau temukan
Kesejatian cinta bersamaku
Categories
Puisi
Taman Safari Prigen
Taman Safari Prigen Pasuruan merupakan pusat suaka yang berperan aktif penyelamatan Banteng Jawa dan Gajah Sumatera di dunia. Taman Safari Prigen Pasuruan berlokasi di kawasan dengan pemandangan paling indah di salah satu sudut Taman Nasional Gunung Arjuna, Prigen Jawa Timur.
Taman Safari Pandaan dipercaya oleh pemerintah sebagai Stud Book Keeper (penjaga silsilah) bagi Gajah-gajah Sumatera dan Banteng Jawa yang sangat di lindungi diluar habitatnya.
Taman Safari Prigen Pasuruan, terus memperluas produk layanannya tidak hanya paket
wisata safari, namun juga merambah kepada paket wisata lainnya, seperti paket
wisata outbound, paket wisata keluarga, permainan wahana (theme park).
Categories
SEKOLAH
FIRASAT CINTA
Panasnya terik matahari tak menyurutkan semangat cewek itu memandangi
laki-laki yang sedang bermain basket di halaman sekolahnya. Laki-laki yang
selalu dia pandangi saat jam istirahat tiba. Laki-laki yang tinggi, cool,
pintar bermain basket dan gitar ini adalah kakak kelasnya. Dia bernama Bagas
Rahman Dwi Saputra. Ya, cewek itu suka dengannya sejak pandangan pertama.
Dia ingin sekali mengenalnya lebih
dekat. Namun, itu semua mungkin hanya mimpi. Bagas menyapa cewek itu saja tak
pernah. Dia juga tak tau tentang perasaan cewek itu padanya. Bagas megenalnya
saat MOS. Tak tau dia masih mengingat cewek itu atau tidak.
>>skiiip<<
Jam pulang pun tiba. Chelsea melangkahkan
kakinya menuju ke pariran untuk mengambil mobilnya dan menjemput adiknya
Marsha. Namun saat Chelsea sedang berjalan tiba-tiba, brakkkkk!
“auwhhh... Brakkk,” triak
chelsea.
“Chelsea!! Maaf” kata cowok itu.
“maaf aku nggak sengaja melempar bola basket ini, dan kena kamu. Maaf Chelsea,
ayo bangun” lanjut cowok itu, yang ternyata Bagas.
Saat bermain basket Bagas tak
sengaja melempar bola dan mengenai kepala Chelsea. Sehingga membuat Chelsea
pingsan dan dibawa Bagas ke Ruang UKS. Beberapa menit kemudian, Chelsea sadar
dan dia sangat kaget. Cowok yang dia kagumi selama ini ada di depan matanya.
“eh, Kak Bagas. Aku ada di mana
Kak? apa yang udah terjadi sama Aku? Aku sekarang harus menjemput Marsha ke
sekolahnya” kata Chelsea tak henti-hentiya. Dan berusaha bangun.
“bentar Chelsea. Kamu baru
bangun, jangan banyak gerak dulu. Mendingan sekarang kamu telpon Adik kamu dan
bilang keadaan kamu. Biar dia pulangnya aku jemput. Dia suruh nunggu aku aja,”
kata Bagas.
“enggak Kak Bagas. Nggak usah.
Itu ngrepotin Kakak. Aku udah enakkan kok Kak. Aku bisa jemput Marsha sendiri,”
jawab Chelsea dengan perasaan campur aduk. Antara panik karena dia terburu-buru
harus menjemput Marsha. Senang dan deg-degan karena dia sekarang sedang bersama
orang yang ia kagumi.
“maaf ya Chelsea, gara-gara aku
kamu jadi panik kayak gini. Ya udah aku anterin kamu ke parkiran ya?” tawar
Bagas.
Chelsea tidak mungkin menolak
tawaran Bagas itu. Lalu Chelsea pun dengan cepat mengiyakan tawaran Bagas.
“iya Kak. Aku mau,” kata Chelsea
dengan cepat.
>>skiiiipp<<
Sesampainya di parkiran. Chelsea
pun dengan cepat memasuk mobilnya. Karena dia tak mau Adiknya Marsha menunggu
terlalu lama.
“ya udah Kak. Aku mau jemput
Marsha dulu. Takut dia nunggunya lama. Makasih udah nganterin aku ke parkiran,”
kata chelsea.
“waduh. Kamu bawel juga ya?
Haha. Iya deh hati-hati ya,” sahut Bagas. “maaf tadi aku gak sengaja nglempar
bola ke kamu” lanjut Bagas.
“haha, iya deh Kak. Besuk lagi
hati-hati ya? Haha. Daa Kak,” jawab Chelsea.
“daa,” sahut Bagas sambil
melambaikan tangannya.
>>skiiiipp<<
“Marsha, maafin aku ya. Kamu
jadi nunggu lama, ada kejadian yang waw banget tadi di sekolah. Udah cepetan
masuk. Ntar aku ceritain di jalan,” kata Chelsea ke Marsha.
“iya Kak, gakpapa,” sahut
Marsha.
Di mobil, Chelsea pun
menyeritakan semua yang telah terjadi pada Marsha.
“wahahah... ternyata Kak Bagas
perhatian juga ya Kak? Oh ya Kak, tadi waktu pulang sekolah aku jalan ke halte,
aku hampir ke tabrak motornya si Rafli. Nyebelin banget deh Kak,” kata Marsha.
“trus kamu gimana? Kamu gakpapa
kan? Ada yang luka?” jawab Chelsea panik.
“lah, kakak lola ya? Aku kan
bilangnya hampir kak. H.A.M.P.I.R, hampir,” kata Marsha sambil mengeja. “aku
gakpapa kok Kak, kakak kagak usah khawatir,” lanjut Marsha.
“oh iya ya,” jawab Chelsea
singkat.
Sesampainya di rumah mereka pun
beristiahat. Saat Chelsea sedang berbaring di tempat tidurnya tiba-tiba
–kriiiiing- handphone Chelsea berbunyi. Dan ternyata itu adalah telpon dari
sahabatnya Cindai.
“Chel, gua mau curhat sama lo.
Lo mau dengerin guekan?” kata Cindai.
“iya Dai. Ada apa? Kamu mau
curhat apa?” jawab Chelsea.
“Chel, gue putus sama Gilang.
Katanya dia mau konsentrasi belajar. Apa mungkin selama ini gua ganggu dia?”
kata Cindai, sambil menangis.
“Cindai, kamu gak boleh ngomong
kayak gitu. Mungkin Gilang emang mau lebih konsentrasi belajar. Maklum sebentar
lagikan, dia ada Olimpiade IPA. Dia harus konsentrasi dulu. Baru nantinya
balikkan sama kamu. kamu juga harus ngertiin dia Dai,” kata Chelsea,
menenangkan sahabatnya itu.
“Chelsea, tapi gue sayang banget
sama dia. Gua gak mau putus sama dia,” kata Cindai.
“aduh Cindai, udah dong. Kamu
jangan nangis lagi. Aku tau itu memang berat, tapi kalo kamu emang bener-bener
sayang sama Gilang, kamu harus bisa setia. Kamu dukung, apa yang dilakuin
Gilang. Kamu harus bisa tunjukin ke Gilang, kalo kamu itu emang bisa ngertiin
dia. Kamu selalu ada buat dukung dia. Sabar ya Cindai. Aku gak mau kamu sedih
terus,” lanjut Chelsea.
“ya udah, makasih ya Chel, lo
emang sahabat terbaik gua. Lo kapan jadian sama Kak Bagsa?” sahut Cindai.
“eh, apaan sih Cindai. Jangan
kayak gitu dong. Hehe.... do’ain aja ya? Biar cepet, haha,” jawab Chelsea,
dengan malu-malu.
“hahaha, yaudah gua do’ain lo
kok. Ya udah gitu aja ya Chel, makasih sarannya,” kata Cindai menutup
telponnya.
“iya Cindai, jangan nangis lagi
ya? Daaa,” kata Chelsea.
“daaa,” sahut Cindai.
>>skiiiiipp<<
Pagi-pagi sekali Chelsea sudah
berjalan di koridor sekolah. Sekolah masih terlihat sepi. Pantas saja, karena
ini masih 30 menit sebelum bel masuk berbunyi. Saat dia berjalan di depan
halaman sekolah. Dia melihat Bagas sedang bermain basket. Dia pun duduk, dn
melihat pangerannya itu bermain basket. Tiba-tiba Bagas menghampiri Chelsea,
dan duduk di sampingnya.
“hai,” sapa Bagas.
“eh, Kak Bagas. Hai juga Kak,”
sahut Chelsea.
“chelsea, aku boleh tanya
sesuatu gak?” kata Bagas.
“iya, Kak. Ada apa? Bilang aja,”
jawab Chelsea.
“kenapa sih kamu selalu ngliatin
aku main basket?” tanya Bagas.
“emm... ee. Gini Kak, aa.ku. aku
suka permainan Basket kakak,” jawab Chelsea.
“emm... Cuma sekedar suka
permainan aku ya? Gak lebih?” tanya Bagas.
“emm... iya Kak,” jawab Chelsea.
“yah, sebenernya aku suka sama
kamu Chel. Sejak aku jadi pembimbing MOS kamu waktu itu. Kamu baik banget sama
temen. Aku suka sama kamu Chel. Maaf, kalo ini terkesan mendadak. Aku udah
memendam perasaan ini lama Chel. Tapi, maaf aku terlalu pengecut untuk
ngungkapin perasaan aku. Dan aku baru berani sekarang,” kata Bagas panjang
lebar.
“haaa? Kakak suka sama aku? Gak
salah kak? Tapikan aku gak sempurna dan secantik mantan kakak. Kak Misel itukan
cantik, pinter lagi. Dan sedangkan aku, gak ada apa-apanya kan kak?” jawab
Chelsea.
“trus kenapa Chel? Aku gak
mentingin itu. Aku sekarang bicara tentang perasaan, bukan tampang. Kamu itu
juga cantik, pinter, dan kamu juga baik,” kata Bagas.
“iya kak. Sebenernya aku juga
suka sama kakak, sejak MOS. Jadi aku mau nerima kakak, dan kita jadian,” jawab
Chelsea membalas perasaan Bagas.
“kamu beneran kan Chel? Gak
bohong?” kata Bagas.
“yah, kakak. Baru jadian aja,
udah gak percaya gitu, sama Chelsea. emm,” kata Chelsea.
“yah, Chelsea ngambekan ya?
Maaf... aku gak bermaksud kayak gitu. Aku seneng banget kamu nrima aku Chel.
Makasih ya?” jawab Bagas.
“hehe,
iya Kak,” kata Chelsea.
“ya udah, aku anterin kamu ke
kelas ya?” ajak Bagas.
“iya Kak,” jawab Chelsea,
menerima ajakan Bagas.
Di sekolahnya, diam-diam Marsha
juga menyukai Rafli yang kemarin hampir menabraknya. Tidak ada yang tau tentang
perasaan Marsha kecuali dirinya sendiri.
>>skiiipp<<
Saat pulang sekolah, Marsha
ingin menyebrang jalan menuju halte. Karena Chelsea tidak bisa menjemputnya,
akhirnya dia pun pulang dengan menggunakan angkutan umum. Tapi, lagi-lagi
Marsha hampir tertabrak Rafli. Sebenernya Marsha merasa senang, dan juga merasa
sebel dengan Rafli.
“ihh, Rafli kamu kenapa mau
nabrak aku terus sih?” kata Marsha.
“maaf Marsha, aku gak bermaksud
kayak gitu. Ya udah sebagai permintaan maaf aku, aku anterin kamu pulang ya?
Tapi kita ke taman dulu?” ajak Rafli.
“ha? Rafli ngajakin aku? Gak
salah? Tapi, gak usah deh Raf. Marsha pulang naik angkutan umum aja,” jawab
Marsha.
“enggak Sha. Udah deh naik aja.
Gak papa kok. Nanti kita ke taman dulu,” bujuk Rafli.
“iya deh Raf,” jawab Marsaha
menerima ajakan Rafli.
Sesampainya di taman, Rafli pun
menyuruh Marsha duduk di kursi. Dan membeli dua buah es krim coklat. Setelah
Rafli memberikan es krim untuk Marsha, Rafli ikut duduk di sebelah Marsha. Dan
Rafli pun memulai pembicaraan.
“Sha, lihat deh awan di atas.
Mirip kayak kelinci yah?” kata Rafli.
“eh, iya... hehe. Lucu ya Raf,”
sahut Marsha.
“iya Marsha, lucu kayak kamu,”
jawab Rafli. Dan sentak jawaban itu mengangetkan Marsha.
“apaan sih Raf, gombal,” jawab
Marsha.
“Sha, maaf ya. Waktu itu aku gak
sengaja nemuin buku diary kamu di bawah meja. Trus sebelum aku taruh di tas
kamu, gak sengaja aku baca tulisan =aku sayang Rafli= trus, aku mau tanya. Apa
itu bener?” tanya Rafli.
“emm... iya. Aku suka sayang
sama Rafli. Marsha gak tau sayangnya sebatas temen apa lebih,” jawab Marsha.
“marsha kenapa jadi keliatan
sedih? Gakpapa Marsha, jujur itu baik. Aku juga sayang kok sama Marsha,” jawab
Rafli.
“emm...,” jawab Marsha singkat.
“Marsha, kamu jangan sedih ya?
Kamu mau kan jadi pacar aku?” tanya Rafli.
“emm... iya Raf, aku mau,” jawab
Marsha.
“makasih Marsha. Aku akan jagain
kamu,” kata Rafli.
“iya, Raf. Yaudah kita pulang
yuk,” ajak Marsha.
“iya, ayo,” jawab Rafli.
>>skiiipp<<
Setahun kemudian, sehari sebelum
Anniversarry Bagas-Chelsea, dan Rafli-Marsha. Saat itu, Bagas telah menginjak
kelas 9 SMP. Chelsea kelas 8 SMP, dan Rafli dan Marsha kelas 7 SMP.
“Chelsea?” sapa Bagas.
“eh, Kak Bagas. Iya Kak? Kakak
mau makan juga? Kakak duduk aja, aku pesenin,” kata Chelsea.
“hehe, iya Cantik makasih...,”
jawab Bagas.
“ini kak pesenannya,” kata
Chelsea, sambil menyodorkan makanan ke Bagas.
“makasih Chel. Oh iya, besuk kan
Anniversarry kita. Kita jalan yuk,” ajak Bagas.
“emm... kakak inget ya? Kirain
gak inget. Kan biasanya cowok gak inget Anniversarrynya,” jawab Chelsea.
“ya inget dong Chel. Itukan hari
bahagia kita,” kata Bagas.
“hehe, iya kak. Aku mau, tapi
aku gak janji ya Kak?” jawab Chelsea
“loh? Kenapa gitu Chel?” tanya
Bagas.
“enggak kok. Tapi aku gak janji
ya?” jawab Bagas.
“hehe, iya Chel,” kata Bagas.
>>skiiippp<<
Saat jam pulang sekolah tiba,
Chelsea dan Marsha berencana untuk pergi ke mall. Mereka ingin membeli baju,
untuk merayakan Anniversarry mereka berdua. Setelah tepat pukul empat sore,
mereka berdua langsung pergi ke mall. Setelah sampai di mall, mereka berdua
memilih bajunya masing-masing. Saat Chelsea membuka tasnya, ternyata dompetnya
tertinggal di dalam mobil. Berhubung parkiran berada di sebrang jalan. Chelsea
pun harus menyebrang jalan.
Saat di tengah jalan, tiba-tiba
sebuah mobil menabrak Chelsea. Chelsea pun terjatuh dan mengeluarkan banyak
sekali darah. Beberapa saat kemudian Marsha keluar dari mall. Dia langsung
berlari ke kerumunan orang di pinggir jalan. Setelah mengetahui bahwa Chelsea
terkapar di jalan, dia langsung menangis. Kemudian Chelsea, berbicara pada
Marsha.
“Marsha, tolong sampaikan surat
Kakak untuk Bagas di atas meja Kakak. Kakak sayang sama Kamu. Kakak harus
pergi. Maafin Kakak,” kata Chelsea terbata-bata.
‘kakaaaaaaaakkkk,” triak Marsha
sambil menangis.
Di rumah Chelsea, Mama, Papa
Chelsea, dan Marsha masih menangisi kepergian Chelsea. Disamping Marsha ada
Rafli yang mendampinginya, dan berusaha menghibur. Sedangkan Bagas berada di
Kamar Chelsea. Dia membaca surat dari Chelsea untuknya.
Dear, Bagas.
Kak, aku tau kamu sekarang pasti
lagi sedih. Hehe, jangan sedih Kak. Aku gak mau kamu sedih. Kak, aku minta maaf
ya kalau selama ini, aku banyak salah sama kakak. Aku sering cuek, cemburu, dan
marah tiba-tiba ke Kakak.
“iya Mbem, aku maafin kamu,”
kata Bagas. kemudian Bagas melanjutkan membaca surat dari Chelsea.
Sekarang aku harus pergi Kak.
Maaf aku gak bisa ngerayain hari jadi kita. Karena aku udah mempunyai firasat,
kalau hidup aku gak lama lagi kak. Kakak, harus bisa MOVE ON dari aku. Masih
banyak cewek lain yang lebih sempurna dari aku, hehe.
Bagas pun menitikan air mata.
“gimana aku bisa move on dari kamu Mbem?” kata Bagas.
Kak, aku titip Mama, Papa aku ya? Aku juga titip Marsha, jagain dia.
Marahin dia kalau dia nakal. Jewer Gilang kalo, dia nyakitin Marsha, hehe. Aku
juga titip Cindai ya kak. Aku tau sekarang dia lagi di Singapura, aku titip
salam buat dia. Kalo dia udah pulang nanti.
Kakak, aku sayang sama kamu. Yang memisahkan kita hanya ajal Kak. Walaupun
aku yang harus pergi duluan. HAPPY ANNIVERSARRY Kak, buat besuk. LOVE YOU :*
Your girlfriend,
Chelsea.
“aku akan nyusuk kamu Chel, aku akan nemenin kamu,” kata Bagas, sambil
mengambil sebua cutter yang ada di meja Chelsea.
Tiba-tiba Marsha dan Rafli datang ke kamar Chelsea. Melihat apa yang akan
dilakukan Bagas Marsha langsung memeluk Bagas.
“kak, kakak ga boleh ngelakuin ini. Kakak disuruh kakak Chelsea ngejagain
Mama, Papa, dan aku kan? Kakak mau ngecewain Kak Chelsea?” kata Marsha sambil
menangis.
Lalu Rafli menyambar cutter yang dipegang Bagas, sehingga terlempar jauh.
Keesokan harinya, saat pemakaman Chelsea, semua sudah meninggalkan pemakaman,
kecuali Bagas. Bagas meletakkan bunga di atas kuburan Chelsea yang masih basah.
“happy anniversarry Sayang. Semoga kamu tenang disana. Aku sayang kamu
Mbem,” kata Bagas, lalu meninggalkan pemakaman.
Categories
Cerpen
Langganan:
Postingan (Atom)